Wisata Dieng Wonosobo (Kawah Sileri, Telaga Merdada, Telaga Warna, Museum Kaliasa)

Wisata Dieng ini dipilih karena kebetulan ada trip murah dari salah satu website voucher online, maka saya dan teman saya pun (4 orang) memutuskan untuk ikut dalam perjalanan ini pada tanggal 26-28 Oktober 2012.

Mengutip dari Wikipedia, Dataran Tinggi Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya ada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah.

Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng (“Dieng Wetan”), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah. Perjalananan dari Jakarta – Dieng menempuh waktu sekitar 13 – 16 jam. Jadi selama perjalanan kurang lebih kami hanya tidur dan tidur :yawn:

Dan akhirnya ketika pukul 05.30, nampak sudah tanda-tanda hampir tiba di lokasi.

Gerbang Selamat Datang di Dieng

Gerbang Selamat Datang di Dieng

Pemandangan dari Gardu Pandang Tieng

Pemandangan dari Gardu Pandang Tieng

Gardu Pandang Tieng ini titik pemberhentian pertama kali untuk melepaskan rasa ngantuk di pagi hari. Udaranya sejuk (mungkin karena masih pagi), jadi lumayan untuk melepas lelah sejenak.

Foto dulu mumpung baru bangun tidur

Foto dulu mumpung baru bangun tidur

Setelah dari Gardu Pandang, peserta diajak untuk menuju ke homestay untuk sarapan. Setelah sarapan kami pun memilih homestay dari beberapa homestay yang tersedia. Karena peserta dalam rombongan ini cukup banyak, maka homestay dibagi menjadi beberapa tempat. Sebagai info, airnya dingin banget tapi untungnya ada pemanas air  :spa:

Kawah Sileri

Tempat pertama kami adalah Kawah Sileri. Kawah vulkanik yang berada di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara ini memiliki akses jalan yang sempit dan terjal. Kawah Sileri menyuguhan pemandangan alam yang menawan seperti bukit hijau dengan pohon-pohon yang tumbuh subur serta perkebunan warga yang mengelilingi kawah yang memanjakan mata.

Kawah Sileri dengan gumpalan asapnya

Kawah Sileri dengan gumpalan asapnya

Foto dulu biar eksis

Foto dulu biar eksis

Tidak lama kami berada disini, mungkin sekitar 30 menit. Setelah itu kami pun berangkat menuju lokasi berikutnya.

Telaga Merdada

Berada tidak jauh dari lokasi sebelumnya. Telaga ini menawarkan sebuah pemandangan telaga yang luas dengan latar belakang pemandangan yang indah, dikelilingi oleh deretan perbukitan, deretan perkebunan sayur milik warga dan juga hutan mini di sekitar bukit. Kebun-kebun sayur milik warga ini selain terletak di sekitar perbukitan, juga terletak di pinggiran telaga.

Telaga Merdada

Telaga Merdada

Gaya melamum

Gaya melamum

Foto dengan rombongan

Foto dengan rombongan

Tidak lupa juga kami mengabadikan moment bersama peserta rombongan sebelum bertolak menuju lokasi selanjutnya.

Telaga Warna

Sekitar 30 menit dari lokasi sebelumnya, tiba lah kami di Telaga Warna.Untuk masuk ke kawasan wisata ini, kita harus membayar Rp. 6000 untuk dewasa atau anak-anak. Cuaca cukup mendung sejak sebelumnya, menandakan tidak lama lagi air akan turun dari atas. Maka bergegas lah kami menjelajahi tempat ini. Telaga ini terlihat kering, mungkin karena saat itu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan sehingga airnya tidak begitu banyak. Tempat wisata ini terlihat cukup ramai, menandakan bahwa tempat ini cukup populer.

Telaga warna

Telaga warna

Dan benar saja, tidak lama setelah saya bersama teman mengelilingi telaga ini, rintik-rintik hujan turun :shock: ,menandakan berakhirnya petualangan kami di telaga warna ini. Kurang puas karena telaga yang terlihat kering dan hujan yang turun tiba-tiba, maka kami pun diajak kembali ke homestay untuk makan siang.

Museum Kaliasa

Setelah makan siang dan hujan telah reda, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya, yaitu Museum Kaliasa. Sehabis hujan, suasananya cukup sejuk dan nyaman ketika berada di area sini, terasa seperti di puncak, hehehe.

Untuk memasuki museum ini, dikenakan biaya per orangnya. Tapi karena ikut tour, maka saya pun semuanya telah diurus oleh pihak tour. Selain melihat replika candi dan patung para dewa, kita juga bisa belajar sejarah Dieng, flora & fauna, kesenian bahkan keseharian masyarakatnya. Supaya lebih jelas lagi, kita diajak menonton sejarah Dieng di teater mini museum Kaliasa. Pengunjung disuguhkan film pendek berdurasi 15-20 menit. Setelah selesai menonton, kami pun berjalan-jalan sekitar museum untuk melihat-lihat dan berfoto

pemandangan sekitar museum

pemandangan sekitar museum

Selesai sudah perjalanan kami hari pertama di Dieng, untuk malamnya tidak ada acara lagi hanya menikmati BBQ jagung bakar. Maka setelah menikmati jagung bakar ditengah dinginnya malam, kami pun berjalan-jalan disekitar homestay. Suasananya benar-benar dingin, tidak hujan pun dingin banget pas malam hari :cold: . Tidak lama sekitar pukul 22.30 kami pun tidur untuk mengejar sunrise di bukit Sikunir.

Related Posts
Leave a reply

:sick:
 
:sick:
:full:
 
:full:
:gongxi:
 
:gongxi:
:siul:
 
:siul:
:happy:
 
:happy:
:sip:
 
:sip:
:terimakasih2:
 
:terimakasih2:
:desperate:
 
:desperate:
:haha:
 
:haha:
:noise:
 
:noise:
:hero:
 
:hero:
:spa:
 
:spa:
:panas:
 
:panas:
:hore:
 
:hore:
:mandi:
 
:mandi:
:aha:
 
:aha:
:bye:
 
:bye:
:scare:
 
:scare:
:shock:
 
:shock:
:evilmirk:
 
:evilmirk:
:terimakasih:
 
:terimakasih:
:keren:
 
:keren:
:angry:
 
:angry:
:relax:
 
:relax:
:victory:
 
:victory:
:shy:
 
:shy:
:yawn:
 
:yawn:
:nosebled:
 
:nosebled:
:noo:
 
:noo:
:sad:
 
:sad:
:semangat:
 
:semangat:
:bingung:
 
:bingung:
:ngamuk:
 
:ngamuk:
:cold:
 
:cold:
:hoho:
 
:hoho:
:goyang:
 
:goyang:
:lonely:
 
:lonely:
:sigh:
 
:sigh:
:study:
 
:study:
:senang:
 
:senang:
:sweating:
 
:sweating:
:crying:
 
:crying:
:dead:
 
:dead:
:matabelo:
 
:matabelo:
:confused:
 
:confused:
:hi:
 
:hi:
:busy:
 
:busy:
:silence:
 
:silence: