Wisata Dieng Wonosobo (Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Theater Dieng, Candi Arjuna)

Karena udara yang dingin, dan tidur yang kurang saya pun sulit beranjak dari tempat tidur. Tapi karena waktu ternyata sudah menandakan pukul 03.45 maka saya pun langsung bergegas agar tidak ditinggal. Cuci muka dan langsung cuss masuk ke dalam bus menuju Bukit Sikunir untuk sunrise. Suasana di kiri dan kanan bus minim penerangan dan hanya penerangan dari bus untuk jalan ke depan jalan raya. Jalannya pun terasa bergelombang dan tidak rata. Bus akhirnya berhenti di perkampungan warga saja. Tapi apabila membawa motor atau mobil pribadi, dapat diparkirkan di Telaga Cebong.

Sunrise Bukit Sikunir

Untuk dapat melihat sunrise di Bukit Sikunir, kita harus berjalan mendaki dulu ke atas. Jalurnya pun terjal dan curam sehingga harus ekstra hati-hati. Kondisi tanahnya pun basah jadi agak licin untuk berpijak. Tapi setelah tiba di atas bukit, pengorbanan itu pun terbayar oleh pemandangan luar biasa.

sunrise di bukit sikunir

sunrise di bukit sikunir

Pemandangannya sangat indah dan luas biasa. Melihat pegunungan dengan dikelilingi kabut. Cukup ramai ketika tiba di atas. Jadi harus pintar-pintar mencari spot untuk berfoto. Ternyata ada juga penjual makanan dan minuman hangat di atas. Bahkan sampai membawa kompor. Bayangkan pekerjaan ini mereka lakukan setiap hari (mungkin)  sambil naik dan turun bukit membawa kompor, makanan dan minuman.

foto dengan teman seperjuangan

foto dengan teman seperjuangan

Setelah puas berfoto, kami pun turun melalui jalur yang sama. Dan memang benar kata pepatah, turun bukit itu lebih susah daripada naiknya, turunnya pun harus lebih waspada lagi, karena tanahnya yang licin dan sandal yang tidak memadai (maklum masih pemula untuk naik gunung :hoho: )

pemandangan di salah satu jalur pendakian

pemandangan di salah satu jalur pendakian

lokasi kamping dekat jalur pendakian

lokasi kamping dekat jalur pendakian

Dalam perjalanan menuju bus, ternyata kami melewati Telaga Cebong yang pemandangannya pun cukup indah. Maklum saat subuh tidak terlalu jelas karena minim penerangan hehehe. Kemudian menuju homestay untuk bersih-bersih, sarapan dan check out.

Dieng Plateau Theater dan Bukit Sikendil

Sekitar pukul 09.00 kami pun check out dan menuju Dieng Plateau Theater. Sebuah mini bioskop yang akan memberikan kita film pendek berdurasi 20 menit. Film pendek itu menceritakan seputar awal terbentuknya Dieng.

sekitar theater dieng

sekitar theater dieng

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Bukit Sikendil. Berlokasi tidak jauh dari Dieng Plateau Theater. Ini adalah spot yang cukup populer karena menggunakan Telaga Warna dan Telaga Pengilon sebagai latar belakangnya. Peserta pun harus mengantri satu per satu untuk dapat foto disini. Bagi yang takut ketinggian, tidak disarankan menaiki batu ini.

Foto diantara Telaga Warna (kiri) dan Telaga Pengilon (kanan)

Foto diantara Telaga Warna (kiri) dan Telaga Pengilon (kanan)

Puas rasanya mendapatkan view terbaik di tempat terbaik :evilmirk: , maka kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kawah Sikidang. Selama perjalanan saya mendengar ternyata salah satu rombongan kami adalah finalis Penghuni Terakhir 3, Pak Edo. Dan karena saya juga tidak mengikuti acara tersebut, maka saya tidak familiar dengan wajahnya Pak Edo ini. Dan ternyata rombongan dari Pak Edo ini juga adalah orang-orang  yang bekerja di partai pengusung Jokowi di Pilkada Jakarta :shock:

Kawah Sikidang

Adalah sebuah Kawah yang airnya selalu mendidih dan menyemburkan gas dengan bau belerang. Menguti dari Wikipedia, kawah ini terkenal karena lubang keluarnya gas selalu berpindah-pindah di dalam suatu kawasan luas. Dari karakter inilah namanya berasal karena penduduk setempat melihatnya berpindah-pindah seperti kijang. (kidang dalam bahasa Jawa). Dan seperti biasa dimana ada sumber belerang disitu pasti ada penjual masker yang setia menawarkan maskernya bagi yang tidak suka dengan bau belerang.

foto bareng rombongan di kawah sikidang

foto bareng rombongan di kawah sikidang

Uniknya mereka menawarkan jasa sewa motor trail dengan harga sewa 50 ribu untuk 30 menit. Disini kita bisa kongkow2 sejenak sambil ngemil :sip:

Komplek Candi Arjuna

Ini adalah lokasi terakhir kami, Komplek Candi Arjuna. Komplek candi-candi yang ditumbuhi rumput-rumput halus dan tanaman pinus yang berada di dalam dalam area komplek menjadikan salah satu objek foto.

komplek candi arjuna dieng

komplek candi arjuna dieng

foto bareng kawan seperjuangan di atas rumput hijau

foto bareng kawan seperjuangan di atas rumput hijau

Setelah puas foto-foto, kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. Sebelum itu kami mampir dahulu untuk makan siang Mie Ongklok, kuliner khas Wonosobo. Mantap rasanya :sip:

Terima kasih telah membaca catatan perjalanan saya  :terimakasih2:

Related Posts
Leave a reply

:sick:
 
:sick:
:full:
 
:full:
:gongxi:
 
:gongxi:
:siul:
 
:siul:
:happy:
 
:happy:
:sip:
 
:sip:
:terimakasih2:
 
:terimakasih2:
:desperate:
 
:desperate:
:haha:
 
:haha:
:noise:
 
:noise:
:hero:
 
:hero:
:spa:
 
:spa:
:panas:
 
:panas:
:hore:
 
:hore:
:mandi:
 
:mandi:
:aha:
 
:aha:
:bye:
 
:bye:
:scare:
 
:scare:
:shock:
 
:shock:
:evilmirk:
 
:evilmirk:
:terimakasih:
 
:terimakasih:
:keren:
 
:keren:
:angry:
 
:angry:
:relax:
 
:relax:
:victory:
 
:victory:
:shy:
 
:shy:
:yawn:
 
:yawn:
:nosebled:
 
:nosebled:
:noo:
 
:noo:
:sad:
 
:sad:
:semangat:
 
:semangat:
:bingung:
 
:bingung:
:ngamuk:
 
:ngamuk:
:cold:
 
:cold:
:hoho:
 
:hoho:
:goyang:
 
:goyang:
:lonely:
 
:lonely:
:sigh:
 
:sigh:
:study:
 
:study:
:senang:
 
:senang:
:sweating:
 
:sweating:
:crying:
 
:crying:
:dead:
 
:dead:
:matabelo:
 
:matabelo:
:confused:
 
:confused:
:hi:
 
:hi:
:busy:
 
:busy:
:silence:
 
:silence: