Pendakian Seru Gunung Gede via Jalur Gunung Putri

Akhirnya  :semangat: bisa mengumpulkan niat menulis lagi setelah sekian lama karena kesibukan kerja. Ini ada pengalaman saya pertama kali  mendaki gunung (̶d̶u̶l̶u̶ ̶s̶e̶m̶p̶e̶t̶ ̶b̶i̶l̶a̶n̶g̶ ̶t̶i̶d̶a̶k̶ ̶m̶a̶u̶ ̶m̶e̶n̶d̶a̶k̶i̶ ̶t̶a̶p̶i̶ ̶y̶a̶ ̶s̶u̶t̶r̶a̶l̶a̶h̶) dan gunung yang dipilih adalah Gunung Gede dengan ketinggian 2958 mdpl. Biasanya untuk pendaki pemula, disarankan memilih gunung Papandayan (2655 mdpl) sebagai start awal untuk mencoba terlebih dahulu.

Untuk pendakian Gunung Gede terdapat 3 jalur diantaranya via jalur Cibodas, via Gunung Putri dan jalur Salabintana. Masing-masing jalur mempunyai objek wisata sendiri-sendiri selama proses pendakian dan camp sendiri-sendiri. Kami pun memilih via Gunung Putri karena kami ingin bermalam di camp alun-alun suryakencana.

credit to http://infopendaki.com/pendakian-gede-pangrango-via-jalur-gunung-putri/

credit to http://infopendaki.com/pendakian-gede-pangrango-via-jalur-gunung-putri/

Jadi temen saya mengumpulkan peserta yang sekiranya mau diajak untuk nanjak dan akhirnya terpilih sudah 8 orang perserta termasuk saya sendiri  sebagai bagian dalam perjalanan kali ini. Kami pun menggunakan jasa IndoMountain.

Kami memutuskan untuk mendaki pada tanggal 05 Juni 2015 – 07 Juni 2015. Mendaki gunung tidaklah sembarangan oleh karena itu persiapannya benar-benar harus lengkap. Simak persiapan untuk mendaki gunung disini (Persiapan sebelum mendaki gunung).

Kemudian tibalah hari yang ditunggu-tunggu pada 05 Juni 2015 malam kami pun berangkat menuju cibodas dengan mobil teman saya pribadi untuk menjemput porter sekaligus tour leader kami si bang Dede. Setelah bang Dede dijemput, kami pun langsung menuju warung Mang Idi yang berada di area sekitar Kebun Raya Cibodas untuk mengambil ijin SIMAKSI yang telah diproses sebelumnya oleh si bang Dede.

Kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke arah Istana Cipanas dan tidak jauh dari Istana Cipanas masuk ke sebuah Gang yang ada gerbang dan pangkalan ojek nya untuk menuju Basecamp Gunung Putri.

Akhirnya pukul 03.30, kami sampai juga di Basecamp Gunung Putri yang berada di sekitar rumah warga. Tarif “parkir” mobil di sini adalah Rp 50.000 untuk dari Jumat – Minggu. Kemudian membawa tas hiking masing-masing menuju rumah warga sekitar yang di arahkan oleh si bang Dede untuk beristirahat sejenak dan packing ulang tas carrier.

Kondisi saat rumah warga saat itu sudah ramai oleh para pendaki lain yang sedang tidur terlebih dahulu, sehingga beberapa diantara kami ada yang memutuskan untuk tidur sejenak dan beberapa packing ulang.

Packing ulang di rumah warga

Packing ulang di rumah warga

Sekitar pukul 06.30 pagi, setelah cuci muka dan sarapan kami pun langsung menuju Pos penjagaan Gunung Putri (1.400 mdpl), disini pendaki wajib melapor dan menunjukkan surat – surat perijinan (SIMAKSI) dan akan dilakukan pemeriksaan terhadap barang-barang bawaan. Untuk barang yg dilarang seperti pisau, radio, sabun, pasta gigi, dll akan diminta oleh petugas. Pada saat keluar Taman Nasional juga akan dilakukan pemeriksaan kembali serta wajib memperlihatkan sampah yang dibawa turun sisa-sisa pemakaian kita sendiri.

Perjalanan menuju pos penjagaan Gunung Putri

Perjalanan menuju pos penjagaan Gunung Putri

Signboard didepan pos penjagaan

Signboard didepan pos penjagaan

Legok Leunca (Pos Selamat Datang)
Perjalanan awal dari pos penjagaan Gunung Putri sampai pos pertama yaitu Legok Leunca menempuh waktu 1 jam. Trek awal didominasi oleh perkebunan dan sawah-sawah, jalan masih datar agak menanjak. Tidak jarang kami pun berhenti sejenak selama perjalanan disini. Mulai dari sini ternyata ada 1 peserta kami yang kurang fit sehingga dari mukanya terlihat agak pucat, tapi dia tetep memaksakan untuk naik. Jika turun sebenarnya kami bingung dia akan bermalam dimana dan jika dipaksakan naik, kami pun tidak berani mengambil resiko. Tapi akhirnya setelah berdiskusi panjang, kami pun membolehkan dia naik tapi dengan catatan jika benar-benar sakit, maka dia harus turun.

Foto muka masih semangat kecuali yg orange

Foto muka masih semangat kecuali yg orange

Melewati perkebunan warga

Melewati perkebunan warga

Jalan bebatuan dan terjal menuju pos Legok Leunca

Jalan bebatuan dan terjal menuju pos Legok Leunca

Legok Leunca – Buntut Lutung
Selanjutnya menuju pos Buntut Lutung memakan waktu 1,5 jam. Perjalanan menuju pos Buntut Lutung semakin berat. Dengan trekking yang banyak tanjakan dan beban yang berat oleh tas carrier di punggung :sweating:

Trekking menuju pos Buntut Lutung

Trekking menuju pos Buntut Lutung

Selama perjalanan kami pun banyak menemui pendaki yang saling bertukar sapa dan saling menyemangati. Kami pun terus memantau kondisi fisik teman kami yang kurang fit itu. Karena kondisi dimana kita harus banyak berhenti ternyata membuat punggung saya sakit oleh beban carrier (mungkin karena masih baru) sehingga saya dan temen saya bro Frenky, memutuskan untuk jalan duluan beberapa langkah. Tidak terasa ternyata kami meninggalkan yang lain dibelakang sehingga kami memutuskan untuk berhenti sambil membuka cemilan kami. Dan tiba-tiba ngantuk pun menghampiri kami, lalu kami pun tidak sadar bahwa kami tidur sejenak  :yawn: (dengan posisi jongkok) dipinggir. Mungkin sekitar 15 menit kami dibangunkan oleh pendaki lain yang kebetulan sedang lewat, sehingga kami pun langsung melanjutkan perjalanan kembali.

Buntut Lutung – Lawang Sekateng

Perjalanan menuju pos Lawang Sekateng pun semakin berat dan memakan waktu 1,5 jam. Di jalur ini bisa dibilang jalur paling berat selama perjalanan mendaki gunung Gede via jalur Gunung Putri. Trek yang terus menanjak dan tanpa bidang datar sekalipun. Dipenuhi bebatuan dan akar-akar pohon yang lebat. Dan ketika kami tiba di pos Lawang Sekateng, waktu sudah menunjukan pukul 12.30 dan kami bersama rombongan makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Di pos ini terdapat penjual makanan mulai dari pop mie, gorengan, nasi uduk, minuman hangat.

Lawang Sekateng – Simpang Maleber

Menuju pos Simpang Maleber membutuhkan waktu perjalanan 1,5 jam. Perjalananpun masih juga berat. Trek menanjak dan kanan-kiri pepohohan rimbun.  Lagi-lagi saya dan teman saya bro Penda jalan duluan dan ternyata kami pun meninggalkan teman kami yang lain dibelakang. Lalu kami berjalan dengan napas yang sudah ngosh2-ngoshan  :sweating: dan menemukan sebuah warung “express”, sehingga saya dan teman saya pun minum kopi dan makan gorengan sejenak.

Simpang Maleber – Alun-alun Surya Kencana Timur (1jam)
Dari Simpang Maleber, trekking sudah mulai landai yang menandakan akhir dari pencapaian untuk bertemu dengan surganya Gunung Gede  :matabelo: yakni Alun-Alun Surya Kencana. Kurang lebih 1 jam perjalanan.

Trekking landai menuju pos surga kencana

Trekking landai menuju pos surga kencana

Di sinilah semua rasa lelah dan letih para pendaki akan terbayar lunas. Saya dan teman saya pun tiba sekitar pukul 15.30. Sambil menunggu peserta lain yang masih tertinggal saya pun berfoto sejenak mengabaikan momen dan minum teh hangat di warung “express” karena cuaca yang mendadak mulai dingin :cold:

Alun-alun Surga kencana

Alun-alun Surga kencana

Eldeweis Surya Kencana

Eldeweis Surya Kencana

Gaya dulu sehabis sampe

Gaya dulu sehabis sampe

Selang 30 menit kemudian, tiba lah 1 orang rombongan kami bro Goman. Dengan muka yang lelah dia pun langsung ambruk di warung (mungkin dia lelah) :haha:

Setelah 1 jam menunggu kami pun heran kenapa rombongan lama sekali dibelakang dan waktu pun sudah menunjukkan pukul 16.30 dan tiba-tiba kabut mulai menutupi hingga padang eldweis pun tidak terlihat sama sekali dan cuaca mulai dingin sekali. Kami pun agak cemas menunggu yang lain sehingga teman saya pergi menyusul dan saya pun menjaga tasnya. Dan sekitar pukul 18.00 dengan cuaca yang lumayan gelap tiba lah mereka di pos Alun-alun suryakencana. Mereka pun bercerita bahwa mereke pun cukup kesulitan selama pendakian karena teman kami yang kurang fit tersebut kondisi fisiknya mulai melemah sehingga kami langsung memberinya teh hangat agar kondisinya tubuhnya tetep hangat. Dan buru-buru kami membangun tenda dan masak makan malam kami. Setelah makan malam selesai, tidak lama pun kami semua masuk ke dalam tenda dan masuk ke sleeping bag untuk menghangatkan badan kami dan tidur lebih awal agar esok hari lebih segar.

– 07 Juni 2015 –

Pukul 06.00 saya pun terbangun dari tidur nyenyak. Rasa lelah kemarin telah membuat saya tidur nyenyak. Tenda kami isinya 5 orang cowo, 1 lagi numpang ditenda cewe. Jadi kondisi 5 orang cowo dalam 1 tenda rasanya hangat-hanget gitu deh (maksudnya tidak kedinginan)

Sebenarnya kami ingin mengejar sunrise tapi karena kemarin para peserta lain tampaknya sudah sangat kelelahan maka kami pun tidak jadi mengejar sunrise. Jadi sesiapnya kami pada pukul 06.30 kami pun bangun dan bersiap untuk menuju puncak Gunung Gede. Cuaca saat itu masih berkabut. Dan karena tas carrier kami ditinggal di tenda, maka perjalanan pun dirasa lebih mudah ya walapun dilihat dari trekking ke atasnya tetep saja harus berhati-hati :evilmirk:

Ngantri untuk naik ke puncak karena jalanan yang terjal

Antrian untuk naik ke puncak karena jalanan yang terjal

Perjalanan menuju puncak Gunung Gede memakan waktu 30 menit. Dan akhirnya tiba lah kami di puncak Gunung Gede.

puncak gunung gede (2.958 mdpl)

puncak gunung gede (2.958 mdpl)

Tapi cuaca di puncak sedang berkabut. Tidak banyak pemandangan yang bisa kami lihat. Sedih habis deh padahal saya datang dengan ekspektasi besar hehehe. Padahal jika cuacanya cerah, kami bisa melihat Puncak Pangrango. Mungkin sekitar 30 menit kami menghabiskan waktu di puncak sambil berfoto. Jika ingin menikmati minuman hangat, terdapat juga warung “express” :happy:

Setelah itu kami pun turun dan berfoto sejenak di sekitaran Alun-Alun Suryakencana ini karena kemaren cuaca berkabut sehingga tidak bisa melihat apa-apa dengan jelas. Tidak lupa juga kami pun mengambil mata air yang terletak di Surya Kencana Timur untuk keperluan makan pagi sebelum turun. Setelah puas berfoto kami pun kembali ke tenda dan bersiap makan pagi sebelum bertolak untuk turun.

Mata air di camp surya kencana

Mata air di camp surya kencana

Setelah makan pagi selesai, maka kami pun bersiap packing dan turun ke bawah melalui jalur yang sama. Biasanya ketika orang mendaki via Gunung Putri, maka mereka pun akan turun tidak melalui jalur yang sama. Tapi melalui jalur cibodas. Untuk turun ke bawah, perjalanan memakan waktu tempuh yang lebih singkat, hanya 4-5 jam. Kami pun turun pukul 13.00 dan tiba di pos penjagaan Gunung Putri pukul 18.00. Tepat sebelum matahari terbenam.

Tips untuk pendakian:

  • Persiapkan peralatan pendakian dengan baik (sleeping bag, matras, jaket yang tebal, baju ganti, sendal gunung atau sepatu gunung)
  • Bawa makanan dan minuman secukupnya, jangan terlalu dikit dan jangan terlalu banyak.
  • Ketika telah sampai di camp dan telah membuka tenda, usahakan ganti baju dengan yang kering
  • Berolahraga lah agar melatih stamina dan kaki ketika pendakian sehingga tidak cepat lelah
  • Dirikan tenda di tempat yang datar dan usahakan diselimuti pohon atau semak agar tidak terkena angin langsung
  • Usahakan dalam kelompok ada orang yang sudah pernah mendaki
  • Jika ada peserta yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sebaiknya ditemani. Atau jika sakit parah langsung beritahu dengan kelompok lain. Jangan pernah mengambil resiko dengan memaksakan naik ketika tidak fit
  • Survei terlebih dahulu mengenai tempat yang akan kita kunjungi dengan mencari tahu diinternet

Semoga bermanfaat bagi bagi anda yang mau kesana

Padang rumput surya kencana

Padang rumput surya kencana

Related Posts
Comments ( 3 )
  1. sani_riswani
    May 4, 2017 at 2:58 pm
    Reply

    airnya jernih sekali, untuk mengatasi rasa haus pasti segar banget tuh..

  2. Basten
    December 7, 2015 at 9:30 pm
    Reply

    “seru” dari hongkong http://seanyoungblog.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/116.gif

    • Sean Young
      Sean Young
      December 9, 2015 at 4:22 pm
      Reply

      wkwkw, yoi “seru”

Leave a reply

:sick:
 
:sick:
:full:
 
:full:
:gongxi:
 
:gongxi:
:siul:
 
:siul:
:happy:
 
:happy:
:sip:
 
:sip:
:terimakasih2:
 
:terimakasih2:
:desperate:
 
:desperate:
:haha:
 
:haha:
:noise:
 
:noise:
:hero:
 
:hero:
:spa:
 
:spa:
:panas:
 
:panas:
:hore:
 
:hore:
:mandi:
 
:mandi:
:aha:
 
:aha:
:bye:
 
:bye:
:scare:
 
:scare:
:shock:
 
:shock:
:evilmirk:
 
:evilmirk:
:terimakasih:
 
:terimakasih:
:keren:
 
:keren:
:angry:
 
:angry:
:relax:
 
:relax:
:victory:
 
:victory:
:shy:
 
:shy:
:yawn:
 
:yawn:
:nosebled:
 
:nosebled:
:noo:
 
:noo:
:sad:
 
:sad:
:semangat:
 
:semangat:
:bingung:
 
:bingung:
:ngamuk:
 
:ngamuk:
:cold:
 
:cold:
:hoho:
 
:hoho:
:goyang:
 
:goyang:
:lonely:
 
:lonely:
:sigh:
 
:sigh:
:study:
 
:study:
:senang:
 
:senang:
:sweating:
 
:sweating:
:crying:
 
:crying:
:dead:
 
:dead:
:matabelo:
 
:matabelo:
:confused:
 
:confused:
:hi:
 
:hi:
:busy:
 
:busy:
:silence:
 
:silence: