Sokcho Day 5: Pendakian Mount Seoraksan Sokcho

Hari 5 adalah mengunjungi Mt Seoraksan yang berada di Sokcho. Jadi gue akan membahas tentang jarak tempuh Seoul – Sokcho , transportasi yang digunakan baik dari Seoul – Sokcho kemudian dilanjutkan menggunakan bus lokal menuju Seoraksan dan rute pendakian di Mt Seoraksan.

Itinerary Day 5
Mt Seoraksan

Direction (Subway + Bus): Take subway from Hongik Station Line 2 to Gangbyeon Station Line 2. Go to Dong Seoul Bus Terminal to take Express Bus. After arrive at Sokcho Express Bus Terminal, take local bus 7 or 7-1
Official Info: Visit Seoraksan National Park

Diawali dengan perjalanan hari ini yang cukup jauh sehingga gue dan yang lain pun harus berangkat lebih awal dari biasanya. Jam 08.00 gue dan temen trip pun siap berangkat menuju terminal bus. Ada 2 terminal bus untuk menuju Sokcho, Seoul Express Bus Terminal dan Dong Seoul Bus Terminal yang akan mengantarmu kepada Sokcho Express Bus Terminal. Pilihan gue jatuh pada Dong Seoul Bus Terminal dikarenakan posisi gue dari Hongik yang hanya ditempuh dalam waktu 35 menit tanpa harus transit. Kemudian menuju Sokcho, menggunakan bus yang jarak tempuhnya 2 jam 30 menit.

Tiket express bus menuju Sokcho

Tiket express bus menuju Sokcho

Terminal untuk keberangkatan bus

Terminal untuk keberangkatan bus

Saat itu gue pun tiba di Dong Seoul Bus Terminal jam 08.40 kemudian bergegas menuju loket bus untuk membeli tiket bus. Ketika gue berkata ingin membeli tiket bus menuju Sokcho kemudian langsung diberitahukan bahwa bus berikut nya adalah pukul 09.30. Akhirnya tanpa banyak basa basi langsung beli dengan tarif 17.300 won.

Sambil menunggu bus datang, gue pun membeli susu pisang, fresh milk dan triangle kimbab yang dijual 7-11 sebagai bekal makan pagi.

Bus nya bersih, kursi empuk dan lega banget

Bus nya bersih, kursi empuk dan lega banget (credit to artofgettinglostinsouthkorea.wordpress.com)

10 menit sebelum keberangkatan gue sudah menaiki bus dan tepat 09.30 bus langsung berangkat. Kursinya nyaman, bersih dan jarak dengan kursi depan juga lega banget. Memang beda lah  :hoho:

Didalam bus ada tanda dilarang makan dan minum. Tapi menurut gue, asal tidak mengotori bus dan makan makanan yang tidak berbau harusnya masih dalam batas toleransi lah hehehe. Bus ini hanya berhenti 1x di rest area dan berhentinya pun tidak lama. Jadi jangan sampai ketinggalan ya. Sebenarnya sih aman-aman saja karena si supirnya sendiri akan menghitung jumlah penumpang sebelum berangkat. Tapi lebih baik cari aman saja. Jadi habis dari toilet langsung duduk manis saja di dalam bus.

Bus stop Sokcho

Bus stop Sokcho

Akhirnya jam 12.00 gue pun tiba di Sokcho Express Bus Terminal. Kemudian menggunakan bus lokal 7 atau 7-1 di halte yang posisinya tidak jauh dari terminal. Titik stop terakhir dari bus ini adalah Seoraksan National Park. Disini jadwal bus gue kurang dapat informasi, jadi gue memutuskan untuk tidak kemana-mana selagi menunggu bus tersebut. Tidak lama bus datang dan gue pun masuk dan membayar tarif sebesar 1.200 won sekali jalan yang dibayarkan langsung ke supir bus. Disini tidak bisa menggunakan kartu T-Money karena beda provider. Sokcho menggunakan kartu cashBee. Jadi bayar pake uang pas saja kalo bisa. Jika tidak punya uang pas, jangan khawatir karena si supir punya uang kembalian yang dibayarkan dengan koin. Jadi waktu itu temen gue kebetulan tidak punya uang pas dan gue pun tidak ada uang pas lagi, akhirnya temen gue membayar 10.000 won yang dikembalikan 8.800 won dalam bentuk koin semua  :hoho:

Pintu masuk menuju Seoraksan National Park

Pintu masuk menuju Seoraksan National Park

Dalam perjalanan menuju Seoraksan, gue melihat banyak ahjumma dan ahjussi yang naik ke bus dengan membawa atribut hiking seperti backpack kecil, trekking pole, sepatu gunung dan jaket gunung. Kemudian tiba lah gue di Seoraksan National Park pukul 13.00. Terlihat cukup banyak ahjumma dan ahjussi yang baru turun dari pendakian dan baru naik ke pendakian. Dalam hati gue lagi, kece banget mereka walaupun penampilan sudah lansia tapi jiwa mereka masih jiwa muda  :sip:

Tiket masuk Seoraksan National Park

Tiket masuk Seoraksan National Park

Patung beruang hitam Seoraksan National Park

Patung beruang hitam Seoraksan National Park

Akhirnya gue pun membeli tiket masuk seharga 3.500 won. Dalam perjalanan, gue melihat spot foto wajib ketika berkunjung ke Seoraksan dimana itu adalah patung beruang hitam. Dan karena sudah jam makan siang akhirnya kami pun makan siang di daerah sekitar. Karena suasana cukup dingin, gue pun memilih beef sup hangat seharga 8.000 won.

Peta hiking Seoraksan (Klik untuk memperbesar)

Peta hiking Seoraksan (Klik untuk memperbesar)

Selesai makan saat itu jam 14.00. Niat awal gue dan temen-temen ingin mencoba jalur Ulsanbawi tetapi karena waktu hiking dapat dipastikan tidak cukup, maka perubahan rencana dilakukan dengan menaiki cable car menuju Gwongeumseong Fortress.

Jadi sehari sebelum hiking, gue pun bertanya ke hyung di Guethouse mengenai pendakian Seoraksan. Dan dia menyarankan untuk mencoba rute menuju Ulsanbawi yang merupakan spot populer untuk hiking dengan durasi naik kurang lebih 2 jam dan durasi turun kurang lebih 2 jam untuk kecepatan normal dimana menurut gue cukup melelahkan dan membutuhkan waktu cukup banyak. Dan jika ingin hiking santai dan hanya membutuhkan waktu singkat bisa menggunakan cable car untuk menuju spot Gwongeumseong Fortress.

Tarifnya adalah 10.000 won PP yang dibeli dilantai 1 dan harus mengantri dilantai 2. Gue mendapat jadwal 15.10 untuk dapat menaiki cable car. Gue inget waktu itu gue harus menunggu 1 jam lamanya. Dalam antrian mungkin karena gue dan temen trip gue ngobrol cukup berisik dengan bahasa non Korea akhirnya terdapat salah sepasang suami-istri mengajak ngobrol dikarenakan mendengar bahasa kami yang terdengar mirip Indonesia dan Malay. Singkat cerita mereka adalah sepasang suami istri yang sudah cukup lama tinggal di Indonesia dan kembali lagi ke Korea untuk menikmati masa pensiun. Gue cukup bangga karena negara gue ternyata menjadi daya tarik bagi orang asing untuk tinggal.

Jalur pendakian dari cable car

Jalur pendakian dari cable car

Puncak Gwongeumseong Fortress-

Puncak Gwongeumseong Fortress

Pemandangan dari Gwonggeumseong Fortress

Pemandangan dari Gwonggeumseong Fortress

Melihat kota Sokcho dari atas

Melihat kota Sokcho dari atas

Stacking stone di Gwonggeumseong Fortress

Stacking stone di Gwonggeumseong Fortress

Hello from Gwongeumseong Fortress

Gaya dulu diatas batu

Butuh waktu 5 menit sahaja untuk sampai ditujuan. Dan butuh waktu 15 menit untuk mendaki menuju Gwongeumseong Fortress. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl, terdapat pemandangan tebing-tebing bebatuan. Gue sendiri menghabiskan 1 jam untuk naik dan berfoto santai sebelum akhirnya gue turun ke bawah menggunakan cable car. Sebelum turun kebawah, gue sempat mencoba menyelusuri sebuah trek pendakian dan terlihat sebuah kuil Buddha dan gue pun masuk sebentar untuk sembayang. Waktu itu ada seorang penjaga kuil yang melihat gue dan mengajak gue ngobrol dan karena lagi-lagi tidak bisa bahasa Korea akhirnya dia frustasi sendiri dan pergi  :lonely:

Bronze Jwabul Statue

Bronze Jwabul Statue

Jembatan menuju Shinheungsa Temple

Jembatan menuju Shinheungsa Temple

Shinheungsa Temple

Shinheungsa Temple

Kemudian sesampainya dibawah dan waktu masih menunjukkan pukul 17.00 gue pun mengajak untuk berkeliling sekitar dulu. Dalam perjalanan gue melihat patung Buddha besar yang bernama Bronze Jwabul Statue. Setelah melewai patung Buddha dan jalan melewati jembatan sampailah di Sinheungsa Temple.

Kolam koin Shinguengsa Temple

Kolam koin Shinguengsa Temple

Halaman belakang di Gwonggeumseong Fortress

Halaman sekitar Shinguengsa Temple

Gue pun berkeliling dan melihat sebuah kolam yang banyak dilempar koin. Akhirnya gue pun ikutan melempar sebuah koin tanpa tahu tujuannya  :shy:

Temple kecil di area Seoraksan

Temple kecil di area Seoraksan

Stacking stone hasil dari harapan gue

Stacking stone dari harapan gue

Kemudian gue pun melanjutkan perjalanan dan karena tidak tahu harus jalan seberapa jauh lagi akhirnya gue pun berhenti disebuah vihara kecil untuk beristirahat dan berfoto. Dalam perjalanan gue melihat ada tumpukan bebatuan yang disusun keatas. Setelah gue cari tahu, katanya kalau orang Korea itu menganut kepercayaan bahwa jika bisa menyusun batu-batu tersebut, artinya harapan mereka bisa terkabul. Hal ini adalah kepercayaan yang turun temurun dari nenek moyang mereka. Sebelum menyusun batu, kita menyebutkan harapan dan keinginan kita. Jika tumpukan batunya utuh maka permintaannya terkabul dan jika tidak utuh alias gagal maka permintaannya tidak terkabul. Ya percaya gak percaya gue pun mencoba menyusun batu tersebut sambil menyebutkan harapan gue *dalam hati.

Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 18.00. Gue pun bergegas menuju halte untuk menuju Sokcho Express Bus Terminal. Kemudian sampai pukul 19.00 dan membeli tiket kembali ke Seoul. Jadwal keberangkatan adalah pukul 20.00 artinya hanya punya waktu 1 jam untuk makan malam. Akhirnya ditemukan lah sebuah restoran Chinese yang berada diseberang terminal bus. Saat membuka menunya hanya ada tulisan hangul dan mandarin tradisional tanpa gambar. Temen gue yang bisa mandarin pun tidak mengerti mandarin tradisionalnya. Akhirnya temen gue keluar bersama si owner restorannya sambil menunjuk gambar dan gue pun memilih bibimbap seharga 6.000 won yang gak pake ribet. Kelar sudah masalah memilih menu.

20 menit pun berlalu dan makanan kami belum jadi juga. Akhirnya temen gue mengatakan bahwa kami mempunyai jadwal bus pukul 20.00 dan harus berangkat jadi minta tolong fast fast…..*sambil pake bahasa isyarat  :sweating:

Akhirnya kami makan cepat dan langsung bayar lalu lari untuk mengejar bus yang ternyata sedang menunggu kami. Untung lah tidak ada kejadian diluar dugaan. Dan sampai di Seoul pukul 23.00 malam. Terima kasih Seoraksan dan semoga bermanfaat!

Hello from Seoraksan!

Hello from Seoraksan!

Tips pendakian dari gue adalah

  • Datang lebih awal jika ingin memilih jalur Ulsanbawi agar waktunya lebih banyak
  • Persiapan fisik sebelum melakukan hiking
  • Tidak perlu membawa air terlalu berat karena terdapat beberapa spot istirahat untuk membeli air
  • Hindari turun terlalu sore

Total pengeluaran hari 5

Total pengeluaran hari 5

Related Posts
Comment ( 1 )
  1. sani_riswani
    May 3, 2017 at 2:29 pm
    Reply

    wahh seru banget ya, apalagi kalau mendakinya pagi-pagi..

Leave a reply

:sick:
 
:sick:
:full:
 
:full:
:gongxi:
 
:gongxi:
:siul:
 
:siul:
:happy:
 
:happy:
:sip:
 
:sip:
:terimakasih2:
 
:terimakasih2:
:desperate:
 
:desperate:
:haha:
 
:haha:
:noise:
 
:noise:
:hero:
 
:hero:
:spa:
 
:spa:
:panas:
 
:panas:
:hore:
 
:hore:
:mandi:
 
:mandi:
:aha:
 
:aha:
:bye:
 
:bye:
:scare:
 
:scare:
:shock:
 
:shock:
:evilmirk:
 
:evilmirk:
:terimakasih:
 
:terimakasih:
:keren:
 
:keren:
:angry:
 
:angry:
:relax:
 
:relax:
:victory:
 
:victory:
:shy:
 
:shy:
:yawn:
 
:yawn:
:nosebled:
 
:nosebled:
:noo:
 
:noo:
:sad:
 
:sad:
:semangat:
 
:semangat:
:bingung:
 
:bingung:
:ngamuk:
 
:ngamuk:
:cold:
 
:cold:
:hoho:
 
:hoho:
:goyang:
 
:goyang:
:lonely:
 
:lonely:
:sigh:
 
:sigh:
:study:
 
:study:
:senang:
 
:senang:
:sweating:
 
:sweating:
:crying:
 
:crying:
:dead:
 
:dead:
:matabelo:
 
:matabelo:
:confused:
 
:confused:
:hi:
 
:hi:
:busy:
 
:busy:
:silence:
 
:silence: