Menikmati Golden Sunrise di Gunung Prau via Jalur Dieng

Trip kali ini saya berjalan-jalan mengunjungi Dataran Tinggi Dieng. Sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi dieng untuk berwisata tapi dalam trip kali ini saya mencoba pengalaman baru dalam pendakian ke Gunung Prau, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Tepatnya pada tanggal 31 July 2015 – 2 Agustus 2015 saya diajak untuk ikut dalam penanjakan ini. Gunung Prau ini diklaim sebagai tempat terbaik untuk melihat mahatari terbit alias golden sunrise nya.

Gunung Prau memiliki ketinggian 2565 mdpl. Pendakian untuk gunung ini pun termasuk singkat dikarenakan titik pendakian kita sudah berada pada ketinggian 1.700 mdpl. Jalur untuk pendakian dibagi menjadi beberapa jalur, diantaranya via Patak Banteng, via Dieng, via Kenjuran dan via Temanggung (Jalur Baru).

Jalur Pendakian Gunung Prau

Jalur Pendakian Gunung Prau
(credit to www.himalaya-adventure.org/2015/05/rute-pendakian-gunung-prau-via-jalur.html)

Untuk pendakian ini saya dan rombongan mengambil jalur naik via Dieng (sekitar 3-4 jam via Dieng) dan turun via Patak Banteng (sekitar 2 jam).

Itinerary

Singkat cerita kami berkumpul di pool damri kemayoran dan berangkat pukul 21.00 kami berangkat menuju terminal Wonosobo. Penumpang di bus kami cukup sepi, kurang lebih sekitar 20 orang dari total 40an seats dan penumpang yang berangkat pun rata-rata pendaki juga,  berasa carter damri deh :senang:

Selama perjalanan kami lebih memilih tidur karena bus cukup lega dan ber-AC sehingga memudahkan untuk tidur. Tidak terasa ternyata sekitar pukul 06.00 bus pun tiba di terminal Wonosobo. Di terminal Wonosobo kami pun sarapan terlebih dahulu sebelum akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Dieng dengan mini bus yang lokasinya masih di dalam terminal Wonosobo.

Sekitar pukul 09.00 pagi kami pun tiba di Dieng dan memutuskan untuk turun didekat area wisata Candi Arjuna untuk melihat Dieng Culture Festival yang kebetulan bertepatan dengan jadwal pendakian kami. Pada festival ini, kita bisa menikmati pelepasan lampion yang diterbangkan pada malam hari :matabelo:

Foto dikawasan kompleks Candi Arjuna

Foto dikawasan kompleks Candi Arjuna

Setelah puas melihat-lihat dan beristirahat sejenak, kami pun memutuskan untuk makan siang dengan menu khas Dieng yaitu Mie Ongklok. Kemudian kami pun segera menuju base camp pendakian yang berlokasi di depan kantor Kelurahan. Lokasinya persis diseberang batu tulis “Welcome to Dieng”. Terakhir saya datang batu tulisan ini belum ada.

Welcome to Dieng

Welcome to Dieng, Wonosobo

Sekitar pukul 13.00 kami pun tiba pos pendakian untuk membeli tiket masuk Gunung Prau seharga Rp. 3000.

Base Camp – Gemekan (1 jam)

Setelah persiapan selesai kami pun mulai mendaki, cuaca yang terik tidak menyurutkan semangat kami untuk mendaki :panas: Sepanjang perjalanan kami melintasi ladang penduduk dengan trek yang masih agak landai, medan bebatuan dan akan melewati sebuah gerbang jalur via dieng. Waktu tempuh dari base camp menuju pos 1 memakan waktu lebih kurang 1 jam.

gerbang jalur dieng

gerbang jalur dieng

Gemekan – Semendung (45 menit)

Setelah tiba di pos Gemekan, kami pun beristirahat sejenak. Pos ini adalah batas antara ladang penduduk dengan kawasan hutan gunung Prau. Di pos juga merupakan jalan penduduk untuk mencari hasil hutan. Setelah itu perjalanan berlanjut melalui hutan-hutan pinus, setelah sekitar 45 menit berjalan, sampailah kita di pos Semendung.

Semendung – Nganjir (45 menit)

Pos Semendung  berada disekitar tugu batas wilayah antara wonosobo dan batang. Perjalanan masih berlanjut melintasi hutan-hutan pinus. Waktu tempuh dari pos 2 menuju pos 3 memakan waktu lebih kurang 45 menit.

Nganjir – Puncak (30 menit)

Pos Nganjir berada di tengah hutan pinus, berupa sepetak tanah lapang, untuk menuju puncak perjalanan masih harus melintasi beberapa tanjakan tajam, dan beberapa sangat curam. Yang saya ingat kata salah seorang rombongan (sebut saja mbak Yeni) patokannya melewati tower/repeater. Setelah kita melewati tower tersebut, terdapat 1 jalur yang kiri kanan itu jurang, tapi cukup aman untuk dilewati dan setelah itu tidak lama kita akan sampai di Puncak Prau.

trekking yang berada diantara jurang

trekking yang berada diantara jurang

perjalanan dari pos 3 menuju puncak

perjalanan dari pos 3 menuju puncak

Dari puncak Prau, kita bisa melihat keindahan kota Dieng dari atas (jika tidak tertutup kabut).

puncak prau (abaikan saja orang dibelakangnya)

puncak prau (abaikan saja orang dibelakangnya)

bukit setelah melewati puncak prau

Foto with Gembels Geng

Foto with Gembels Geng

Setelah sampai di Puncak, kami pun berfoto-foto sebentar. Pemandangan pun mulai berkabut sedikit dan udara dingin mulai menusuk. Setelah puas berfoto maka kami pun melanjutkan perjalanan menuju camp untuk membangun tenda. Setelah melewati puncak, pemandangan sekitar adalah ladang bunga Daisy yang sangat indah dengan tanah lapang yang luas dengan bukit-bukit.

Kami pun tiba di camp sekitar pukul 17.00. Kebetulan camp kami bersebelahan dengan seorang ranger yang kebetulan sedang bertugas. Ranger tersebut pun dengan ramah bercerita banyak hal, mulai dari best spot untuk melihat pelepasan lampion pada acara Dieng Culture Festival, taman bunga Daisy yang banyak dinjak para pendaki serta pohon yang tersambar karena petir :scare:

Kemudian kami pun disuruh membangun tenda dan setelah tenda selesai dibangun, saya pun bergegas berganti pakaian yang kering dan membantu dibagian konsumsi “sebisa” saya :hero:

moon rise gunung prau

moon rise gunung prau

Setelah selesai makan, sekitar pukul 19.00 tiba-tiba, bulan pun terbit. Langsung saja mengeluarkan peralatan tempur untuk menjepret momen tersebut.

Kemudian sekitar pukul 20.00 rupanya bintang-bintang sudah mulai bermunculan. Layaknya tidur di hotel berbintang, langit tampak cerah. Tapi menjelang malam, langit mulai berkabut dan udara pun semakin dingin. Kamera saja sampai berembun. Karena tidak kuat dingin dan bintang-bintang mulai tertutup awan, akhirnya saya menyerah dan memilih masuk sleeping bag lebih awal. Padahal saya masih menunggu momen pelepasan lampion tapi saya lewatkan karena jujur saya gak kuat dingin :cold:

Buru-buru masuk tenda dan tidur karena persiapan besok untuk hunting sunrise dari bukit sekitar. Untuk informasi saja, untuk foto sunrise, kita bisa menikmati dari bukit-bukit sekitar. Tapi biasanya best spot itu sudah ramai oleh para pendaki lain :noo:

– 2 Agustus 2015 –

Esok hari pukul 05.00 saya pun bangun karena sudah tidak bisa tidur lagi dan mulai bersiap untuk hunting sunrise. Saya pun melakukan persiapan sebelum menjepret di sekitar tenda kami.

persiapan sunrise

hasil foto ketika persiapan sunrise

Peserta lain tampaknya sudah bangun juga dan tidak lama-lama lagi kami pun segera menuju bukit yang menjadi best spot untuk melihat golden sunrisenya gunung Prau.

gunung prau ramai banget

gunung prau ramai banget

Dan benar saja, gunung ini ramai bukan main, mirip pasar kali ya, cuma kurang dagangan aja :haha:

sunrise moment

sunrise moment

Dan akhirnya matahari pun terbit dengan indahnya. Tidak lupa juga kami bernarsis ria. Jujur saya tidak menyesal berbelot ke trip ini (awalnya ada trip lain, maap ya teman :) ) karena sunrisenya sungguh luar biasa indah. Mungkin lain kesempatan saya akan datang lain kesini (dengan peserta lain tentunya).

Setelah sunrise selesai, saya dan teman saya bro penda mengajak untuk eksplore bukit sekitar.

foto gunung yang menjadi best spot

foto gunung yang menjadi best spot

gaya dulu ah

gaya dulu ah

foto bukit sekitar camp

bunga daisy yang menjadi ciri khas bukit dieng

Setelah puas melihat-lihat, kami pun kembali ke camp untuk sarapan dan bersiap turun ke bawah. Perjalanan turun kami lewati via Patak Banteng. Jalur ini cukup wow banget. Dengan trekking pasir debu yang berterbangan dan turunan yang berada di pinggir jurang dan antrian yang panjang ketika turun. Kita dituntut untuk ekstra hati-hati dalam melangkah.  Tapi jalur ini terbilang cukup cepat, mungkin hanya 2 jam saja. Tapi menurut saya sangat tidak direkomendasikan untuk mengambil jalur ini saat hujan, karena treknya yang pasti licin. Tapi yang pasti dari atas kita bisa melihat keindahan kota Dieng beserta Telaga Warnanya.

Pemandangan turun via Patak Banteng

Pemandangan turun via Patak Banteng

Sekitar pukul 11.30 kami pun sampai di desa Patak Banteng, beristirahat sejenak sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Kalianget untuk mandi :mandi:

Pukul 15.00 kami pun selesai mandi dan bersiap menuju terminal Purwokerto untuk mengejar kereta. Dari tempat pemandian Kalianget kami menaiki angkot menuju suatu halte bus Wonosobo untuk berpindah kendaraan menuju Purwokerto. Perjalanan dari Wonosobo menuju Purwokerto menempuh 3 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan, saya lebih banyak mengisi dengan tidur dan sesekali mengobrol dengan salah seorang peserta yang kebetulan ternyata seorang chef :shock:

Ketika hampir tiba di terminal bus Purwokerto, supir bus pun menawari kami jasa antar hingga stasiun kereta api dengan menambah ongkos (dari Rp. 35000 menjadi Rp. 50000) dan dimulai lah proses tawar-menawar hingga deal lah pada harga Rp. 45000 untuk diantar hingga stasiun kereta api. Pukul 18.30 kami tiba di stasiun kereta Purwokerto dan mencari makan sebelum akhirnya kembali ke Jakarta.

Sekitar pukul 19.30 kami pun bergegas menuju stasiun agar tidak terlambat. Dan pukul 20.00 kami pun akhirnya siap berangkat kembali ke Jakarta. Tapi dalam perjalanan pulang ke Jakarta. saya bertemu salah seorang pendaki dari Prau yang sudah lebih dulu naik kereta dari stasiun sebelumnya dan saya pun bertanya ternyata kita bisa naik kereta dari stasiun sebelumnya tanpa harus menuju Purwokerto terlebih dahulu. Mungkin lain waktu saya harus research terlebih dahulu biar tidak buang waktu dijalan :study:

Biaya Perjalanan

Sekian catatan perjalanan saya kali ini, sekian dan terima kasih :gongxi:

Related Posts
Comments ( 11 )
  1. sani_riswani
    May 4, 2017 at 2:53 pm
    Reply

    pemandangannya indah banget kak dan tempatnya benar-benar ramai sekali oleh para pendaki..

  2. herimasafumi
    December 18, 2016 at 11:06 am
    Reply

    maaf mas, punya cp untuk pendakian gunung prau via desa dieng kulon nggak?

    • Sean Young
      Sean Young
      December 18, 2016 at 8:35 pm
      Reply

      wah, kebetulan gak ada mas

  3. Aries riyanto
    September 4, 2016 at 8:48 pm
    Reply

    Bagus catpernya.. rencana mau ke prau via dieng kulon weekend ini.. btw mau tanya kalianget itu tempat apa? Jauh gah dari basecamp dieng kulon?

    • Sean Young
      Sean Young
      September 4, 2016 at 10:51 pm
      Reply

      halo aries,
      makasih sudah mampir. kalianget ini tempat pemandian. Kalianget ini tempat pemandian air panas yang di wonosobonya. Jadi dari dieng mesti turun dulu ke wonosobo baru lanjut naik angkutan umum. Have fun buat trip diengnya :)

  4. Farell Ramadan
    April 24, 2016 at 5:10 pm
    Reply

    mang, kan saya berangkat dari st. pasar senen turun di st. purwokerto, nah dari st. purwokerto menuju terminal wonosobonya naik apa ya kira kira? terimakasih sebelumnya hehehe :D

    • Sean Young
      Sean Young
      April 25, 2016 at 10:20 pm
      Reply

      Hi Kang Farell,

      Makasih kang Farell sudah mampir. Hasil gugling sih, akang dari stasiun Purwokerto harus menuju terminal Purwokerto dulu. Setelah tiba di terminal Purwokerto, akang bisa tanya2 lagi untuk agen bus menuju terminal Wonosobo. Busnya itu salah satunya Cebong Jaya dengan kisaran harga 30k-35k.

  5. Miftahahmad
    December 18, 2015 at 7:55 pm
    Reply

    Gan… 2-4 januari prau masih dibuka pa ga ya???? Ada num kontak basecamp dieng pa ga gan????

    • Sean Young
      Sean Young
      December 22, 2015 at 3:01 pm
      Reply

      wah, kebetulan ni gan, ane sempet ambil fotonya dari base camp dieng, coba kontek kesini aja (0286)3342076.

  6. gur
    September 29, 2015 at 10:33 am
    Reply

    wow, keren…

    • Sean Young
      Sean Young
      September 29, 2015 at 10:35 am
      Reply

      makasih bang :)

Leave a reply

:sick:
 
:sick:
:full:
 
:full:
:gongxi:
 
:gongxi:
:siul:
 
:siul:
:happy:
 
:happy:
:sip:
 
:sip:
:terimakasih2:
 
:terimakasih2:
:desperate:
 
:desperate:
:haha:
 
:haha:
:noise:
 
:noise:
:hero:
 
:hero:
:spa:
 
:spa:
:panas:
 
:panas:
:hore:
 
:hore:
:mandi:
 
:mandi:
:aha:
 
:aha:
:bye:
 
:bye:
:scare:
 
:scare:
:shock:
 
:shock:
:evilmirk:
 
:evilmirk:
:terimakasih:
 
:terimakasih:
:keren:
 
:keren:
:angry:
 
:angry:
:relax:
 
:relax:
:victory:
 
:victory:
:shy:
 
:shy:
:yawn:
 
:yawn:
:nosebled:
 
:nosebled:
:noo:
 
:noo:
:sad:
 
:sad:
:semangat:
 
:semangat:
:bingung:
 
:bingung:
:ngamuk:
 
:ngamuk:
:cold:
 
:cold:
:hoho:
 
:hoho:
:goyang:
 
:goyang:
:lonely:
 
:lonely:
:sigh:
 
:sigh:
:study:
 
:study:
:senang:
 
:senang:
:sweating:
 
:sweating:
:crying:
 
:crying:
:dead:
 
:dead:
:matabelo:
 
:matabelo:
:confused:
 
:confused:
:hi:
 
:hi:
:busy:
 
:busy:
:silence:
 
:silence: